IDIEOLOGI BERMUSIK (?)
Menyalurkan aspirasi dapat dilakukan dengan media apapun, melalui karya tulis, teatrikal, gambar, tak terkecuali musik. Tidak di pungkiri musik adalah media yang tepat dalam mengutarakan ide pemikiran, siapa yang mengira di balik kirik dan ketukan nada itu terdapat sindiran-sindiran untuk para pemimpin negara.Sebut saja musisi kelas atas seperti Iwan Fals, Slank, Pandji
Pragiwaksono. mereka adalah beberapa orang yang berani berbicara melalui
dunia tarik suara. Seni bagi kalangan seniman juga bisa sebagai alat perjuangan terutama
dalam menyuarakan kritik sosial. Slank bukanlah band, musisi atau
penyanyi pertama yang bersikap kritis. Sebelumnya sudah banyak seniman
yang kritis dan melantunkan kritik-kritik sosial lewat syair lagunya.
Seperti Iwan Fals, Leo Kristi, Franky Sahilatua, Wiji Thukul, dan Harry
Roesli. Mereka malah dengan keras mengejek tabiat perilaku politisi
kita, dan bukan hanya seniman dengan lagu kritik sosialnya. Bahkan
kalangan sastrawan dan budayawan pun juga ikut menyuarakan kegelisahan
dan ketimpangan yang ada di masyarakat, seperti WS Rendra dan Pramoedya
Ananta Toer. Sungguh naif jika kerangka berpikir politisi kita sekarang
kembali ke masa Orde Baru. Tidak bisa menerima protes dan kritikan.
Lagu yang mereka bawakan sering kali berisi tentang kritikan politik maupun ekonomi yang berkembang dewasa ini. Membangun Eksistensi dengan cara yang berbeda dengan kebanyakan orang. Justru itulah yang menjadi daya tarik para musisi ini, mereka tidak hanya menjual suara layaknya musisi pada umumnya. Namun, mereka juga menjual kritik sosial menurut pandangan mereka.Perilaku korupsi sepertinya menjadi sesuatu yang lumrah di Indonesia,
seakan menjadi bagian budaya dari masyarakat. Hal itulah yang menjadi
dasar keprihatinan Slank dan kemudian mengangkat kritik sosial tersebut melalui lirik lagu. inilah lirik lagu Slank yang berjudul "Seperti Para Koruptor"
Aku nggak butuh uangmuAku nggak butuh hargamu
Yang kubutuh hanya cintamu
Setulus cintaku padamu
Aku nggak mau warisanmu
Aku nggak mau kekayaanmu
Yang ku mau rasa sayangmu
Sesayang aku padamu
Hidup sederhana
Nggak punya apa-apa
Tapi banyak cinta
Hidup bermewah-mewahan
Punya segalanya tapi sengsara
Seperti para koruptor
Seperti para koruptor
Aku nggak perlu make up-mu
Aku nggak perlu bajumu
Yang ku perlu isi dadamu
Sepenuh kasihku padamu
Aku nggak penting warna lipstick-mu
Aku nggak penting perhiasanmu
Yang penting jujur hatimu
Sejujurnya aku “fallin’ in love, padamu..”
Hidup sederhana nggak punya apa-apa
Tapi banyak cinta
Hidup bermewah-mewahan
Punya segalanya tapi sengsara
Seperti para koruptor
Seperti para koruptor
Seperti para koruptor
Gara-gara lagu ini , kelompok musik slank mendapat kecaman dari DPR.Lirik lagu yang mendukung gerakan anti korupsi tersebut dianggap menghina lembaga terhormat tersebut. Sebelum kasus ini terjadi Slank yang digawangi Bimbim (drum), Kaka (vocal), Abdee (gitar), Ridho (gitar), dan Ivanka (bass) menyerahkan
lagu tersebut kepada Komisi Pemberatansan Korupsi (KPK). Penyerahan lagu tersebut sebagai bentuk kepedulian Slank terhadap kasus-kasus korupsi yang terjadi di Indonesia saat ini. Namun, niat baik Slank tersebut berbuah kecaman dari anggota DPR.
Nah, dari sini kita bisa melihat bahwa Slank ingin mengkritik pemerintah lewat lirik-lirik lagunya. Kritik sosial dari seniman seperti Slank harusnya menjadi bahan bagi
para politisi kita untuk menginstrospeksi diri, agar amanah yang
diberikan rakyatnya benar-benar diwujudkan bukan malah diselewengkan. Namun apa yang terjadi ? para DPR tidak terima dengan lirik lagu yang dibawakan Slank. Mungkin mereka yang korupsi merasa tersindir dengan lagunya, sedangkan para DPR yang tidak korupsi diam saja karena mereka tidak merasa melakukan korupsi seperi yang ada di lirik lagu tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar